This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Monday, August 8, 2011

Sejarah Letusan Gunung Agung

 Gunung Agung merupakan gunung tertinggi di Pulau Bali. Gunung berapi ini mulanya memiliki ketinggian sekitar 3.142 meter di atas pemukaan laut (dpl), namun setelah meletus pada tahun 1963 diperkirakan ketinggiannya turun menjadi 2.920—3.014 meter dpl. Saat ini, puncak tertinggi Gunung Agung terletak di bagian barat daya, tepat di atas Pura Besakih.
Gunung Agung merupakan sebuah gunung vulkanik tipe monoconic strato yang tingginya mencapai sekitar 3.142 meter di atas permukaan laut. Gunung tertinggi di Bali ini termasuk muda dan terakhir meletus pada tahun 1963 setelah mengalami tidur panjang selama 120 tahun.
Sejarah aktivitas Gunung berapi Agung memang tidak terlalu banyak diketahui. Catatan sejarah mengenai letusan gunung ini mulai muncul pada tahun 1808. Ketika itu letusan disertai dengan uap dan abu vulkanik terjadi. Aktivitas gunung ini berlanjut pada tahun 1821, namun tidak ada catatan mengenai hal tersebut. Pada tahun 1843, Gunung Agung meletus kembali yang didahului dengan sejumlah gempa bumi. Letusan ini juga menghasilkan abu vulkanik, pasir, dan batu apung.
Sejak 120 tahun tersebut, baru pada tahun 1963 Gunung Agung meletus kembali dan menghasilkan akibat yang sangat merusak. Berdasarkan buku yang dikarang Kusumadinata pada tahun 1979 gempa bumi sebelum letusan gunung berapi yang saat ini masih aktif tersebut terjadi pada 16-18 Februari 1963. Gempa tersebut dirasakan dan didengar oleh masyarakat yang hidup di sekitar Gunung Agung.
Letusan Gunung Agung yang diketahui sebanyak 4 kali sejak tahun 1800, diantaranya : Di tahun 1808 ; Dalam tahun ini dilontarkan abu dan batu apung dengan jumlah luar biasa. 1821 Terjadi letusan normal, selanjutnya tidak ada keterangan. Tahun 1843 Letusan didahului oleh gempa bumi.  Material yang dimuntahkan yaitu abu, pasir, dan batu apung. 
Selanjutnya dalam tahun 1908, 1915, dan 1917 di berbagai tempat di dasar kawah dan pematangnya tampak tembusan fumarola. 1963 Letusan dimulai tanggal 18 Pebruari 1963 dan berakhir pada tanggal 27 Januari 1964.  Letusan bersifat magnatis. Korban tercatat 1.148 orang meninggal dan 296 orang luka.

Karakter Letusan
Pola dan sebaran hasil letusan lampau sebelum tahun 1808, 1821, 1843, dan 1963 menunjukkan tipe letusan yang hampir sama, diantaranya adalah bersifat eksplosif  (letusan, dengan melontarkan batuan pijar, pecahan lava, hujan piroklastik dan abu), dan efusif berupa aliran awan panas, dan aliran lava (Sutukno B., 1996).

Periode Letusan
Dari 4 kejadian letusan masa lampau, periode istirahat Gunung Agung dapat diketahui yakni terpendek 16 tahun dan terpanjang 120 tahun.

Letusan 1963 ; Kronologi Letusan tahun 1963.
Lama letusan Gunung Agung tahun 1963 berlangsung hampir 1 tahun, yaitu dari pertengahan Pebruari 1963 sampai dengan 26 Januari 1964, dengan kronologinya sebagai berikut : .

16 Pebruari 1963 : Terasa gempa bumi ringan oleh penghuni beberapa Kampung Yehkori (lebih kurang 928 m dari muka laut) di lereng selatan, kira-kira 6 kilometer dari puncak Gunung Agung.

17 Pebruari 1963 : Terasa gempa bumi di Kampung Kubu di pantai timur laut kaki gunung pada jarak lebih kurang 11 km dari lubang kepundannya.
18 Pebruari 1963 : Kira-kira pukul 23.00 di pantai utara terdengar suara gemuruh dalam tanah.

19 Pebruari 1963 : Pukul 01.00 terlihat gumpalan asap dan bau gas belerang. Pukul 03.00 terlihat awan yang menghembus dari kepundan,makin hebat bergumpal-gumpal dan dua jam kemudian mulai terdengar dentuman yang nyaring untuk pertama kalinya. Suara yang lama bergema ini kemudian disusul oleh semburan batu sebesar kepalan tangan dan diakhiri oleh sembuaran asap berwarna kelabu kehitam-hitaman . Sebuah bom dari jauh tampak sebesar buah kelapa terpisah dari yang lainnya dan dilontarkan lewat puncak ke arah Besakih. Penghuni Desa Sebudi dan Nangka di lereng selatan mulai mengungsi, terutama tidak tahan hawa sekitarnya yang mulai panas dan berbau belerang itu. Di sekitar Lebih, udara diliputi kabut, sedangabu mulai turun.
Air di sungai mulai turun. Air di sungai telah berwarna coklat dan kental membawa batu dengan suara gemuruh, tanda lahar hujan permulaan. Penghuninya tetap tenang dan melakukan persembahyangan. Pukul 10.00 terdengar lagi suara letusan dan asap makin tebal. Pandangan ke arah gunung terhalang kabut, sedang hujan lumpur mulai turun di sekitar lerengnya.
Di malam hari terlihat gerakan api pada mulut kawah, sedangkan kilat sambung-menyambung di atas puncaknya.

20 Pebruari 1963 : Gunung tetap menunjukkan gerakan berapi. 06.30 terdengar suara letusan & terlihat lemparan bom lebih besar. 07.30 penduduk Kubu mulai panik, banyak diantara mereka mengungsi ke Tianyar, sedangkan penghuni dari lereng selatan pindah ke Bebandem dan Selat.

21 Pebruari 1963 : Asap masih tetap tebal mengepul dari kawah.

22 Pebruari 1963 : Kegiatan terus menerus berupa letusan asap serta loncatan api dan suara gemuruh.

23 Pebruari 1963 : Pukul 08.30 sekitar Besakih, Rendang dan Selat dihujani batu kecil serta tajam, pasir serta abu.

24 Pebruari 1963 : Hujan lumpur lebat turun di Besakih mengakibatkan beberapa bangunan Eka Dasa Rudra roboh. Penduduk Temukus mengungsi ke Besakih. Awan panas letusan turun lewat Tukad Daya hingga di Blong.

25 Pebruari 1963 : Pukul 15.15 awan panas turun di sebelah timurlaut lewat Tukad Barak dan Daya. Lahar hujan di Tukad Daya menyebabkan hubungan antara Kubu dan Tianyar terputus. Desa Bantas-Siligading dilanda awan panas mengakibatkan 10 orang korban. Lahar hujan melanda 9 buah rumah di Desa Ban , korban 8 orang.

26 Pebruari 1963 : Lava di utara tetap meleler. Lahar hujan mengalir hingga di Desa Sogra, Sangkan Kuasa. Asap tampak meningkat dan penduduk Desa Sogra, Sangkan Kuasa, Badegdukuh dan Badegtengah mengungsi ke selatan.
Di Lebih hujan yang agak kental dan gatal turun. Lahar terjadi di sekitar Sidemen. Juga lahar mengalir di utara di Tukad Daya dan Tukad Barak. Pukul 18.15 hujan pasir di Besakih. Pangi diliputi hawa belerang yang tajam sekali. Penduduknya mengungsi ke Babandem. Kemudian kegiatan Gunung Agung ini terus menerus berlangsung, boleh dikatakan setiap hari hujan abu turun, sementara sungai mengalirkan lahar dan lava terus meleler ke utara.

17 Maret 1963 : Merupakan puncak kegiatan. Tinggi awan letusan mencapai klimaksnya pada pk. 05.32. Pada saat itu tampak awan letusannya menurut pengamatan dari Rendang sudah melewati zenith dan keadaan ini berlangsung hingga pukul 13.00. Awan panas turun dan masuk ke Tukad Yehsah, Tukad Langon, Tukad Barak dan Tukad Janga di selatan. Di utara gunung sejak pukul 01.00 suara letusan terdengar rata-rata setiap lima detik sekali. Awan panas turun bergumpal-gumpal menuju Tukad Sakti, Tukad Daya dan sungai lainnya di sebelah utara. Mulai pukul 07.40 lahar hujan terjadi mengepulkan asap putih, dan ini berlangsung hingga pukul 08.10.
Pukul 08.00 turun hujan abu, pada pukul 09.20 turun hujan kerikil, dan sementara itu awan panas pun turun bergelombang.
Pada pukul 11.00 hujan abu makin deras hingga penglihatan sama sekali terhalang.
Pada pukul 12.00 lahar yang berasap putih itu mulai meluap dari tepi Tukad Daya. Baru pukul 12.45 hujan abu reda dan kemudian pukul 15.30 suara letusan pun berkurang untuk selanjutnya hilang sama sekali.  Adapun sungai yang kemasukan awan panas selama puncak kegiatan ini adalah sebanyak lk. 13 buah di lereng selatan dan 7 buah di lereng utara.  Jarak terjauh yang dicapainya adalah lebih kurang 14 kilometer, ialah di Tukad daya di utara. Sebelah barat dan timur gunung bebas awan panas.  Lamanya berlangsung paroksisma pertama ini yakni selama lebih kurang 10 jam yakni dari pukul 05.00 hingga pukul 15.00.

21 Maret 1963 : Kota Subagan, Karangasem terlanda lahar hujan hingga jatuh korban lebih kurang 140 orang.  Setelah letusan dahsyat pada tanggal 17 Maret ini, maka aktivitasnya berkurang, sedang suara gemuruh yang tadinya terus menerus terdengar hilang lenyap. Demikian leleran lava ke utara berhenti pada garis ketinggian 501,64 m dan mencapai jarak lebih kurang 7.290 m dari puncak.

16 Mei 1963 : Paroksisma kedua diawali oleh letusan pendahuluan, mula-mula lemah dan lambat laun bertambah kuat.  Pada sore hari 16 Mei, kegiatan meningkat lagi terus meneru, hingga mencapai puncaknya pada pukul 17.07. Pada umumnya kekuatan letusan memuncak untuk kedua kali ini tidak sehebat yang pertama. Awan letusannya mencapai tinggi kira-kira 10.000 m di atas puncak, sedang pada pukul 17.15 hujan lapili mulai turun hingga pukul 21.13.  Sungai yang kemasukan awan panas adalah sebanyak 8 buah, 6 di selatan dan 2 di utara. Jarak paling jauh yang dicapai lebih kurang 12 km yakni di Tukad Luah, kaki selatan. Lamanya berlangsung paroksisma lebih kurang 6 jam, yakni dari pukul 16 hingga sekitar pukul 21.00. Pada umumnya kekuatan letusan memuncak untuk kedua kali ini tidak sehebat yang pertama. Awan letusannya mencapai tinggi lebih kurang 10.000 m di atas puncak, sedang pada pukul 17.15 hujan lapili mulai turun hingga pukul 21.13.  Sungai yang kemasukan awan panas adalah sebanyak 8 buah, 6 di selatan dan 2 di utara. Jarak paling jauh yang dicapai lk. 12 km yakni di Tukad Luah, kaki selatan. Lamanya berlangsung paroksisma lebih kurang 6 jam, yakni dari pukul 16 hingga sekitar pukul 21.00.

Nopember 1963 : Tinggi asap solfatara/fumarola mencapai lebih kurang 500 m di ats puncak.  Sejak Nopember warna asap letusan adalah putih.
10 Januari 1964 : Tinggi hembusan asap mencapai 1500 m di atas puncak.
26 Januari 1964 : Pukul 06.50 tampak kepulan asap dari puncak Gunung Agung berwarna kelabu dan kemudian pada pukul 07.02, 07.05 dan 07.07 tampak lagi letusan berasap hitam tebal serupa kol kembang, susul menyusul dari tiga buah lubang, mula-mula dari sebelah barat lalu sebelah timur mencapai ketinggian maksimal lebih kurang 4.000 m di atas puncak.  Seluruh pinggir kawah tampak ditutupi oleh awan tersebut. Suara lemah tetapi terang terdengar pula.

27 Januari 1964 : Kegiatan Gunung Agung berhenti
Produk Letusan 1963 Lahar Hujan: Sesuai dengan letak geografi dari Gunung Agung yang bertindak sebagai penangkap hujan angin tenggara yang menghembus, lahar besar dimulai di lereng utara, kemudian di lereng timur menenggara untuk kemudian lambat laun bergeser ke jurusan barat dan mencapai klimaksnya di lereng selatan baratdaya. Lahar besar ke selatan mulai meluas pada ketinggian 500 m antara Rendang dan padangkerta. Kemudian di bawah Tukad Jangga, yakni di Tukad Krekuk dan Jasi, Bugbug dan akhirnya di Tukad Unda.  Mengingat daerah utara terletak dalam bayangan hujan, laharnya bukan bayangan daripada endapan lepas, yang sebenarnya maksimal jatuh di sebelah sini.

Aliran Lava : Lava yang meleler antara 19 Pebruari dan 17 Maret 1963 mengalir dari kawah utama di puncak ke utara, lewat tepi kawah yang paling rendah, berhenti pada garis ketinggian 505,64 m dan mencapai jarak lebih kurang 7.290 m.  Isi lava tersebut ditaksir sebanyak lebih kurang 339,235 juta m3.

Bahan Lepas : Terdiri dari bom gunungapi, lapili, pasir dan abu, baik berasal dari awan panas letusan maupun dari ledakan kawah pusat. Jumlah seluruhnya selama roda kegiatan berlangsung : Eflata (bom, pasir dan abu) lebih kurang 380,5 . 106 m3, Ladu lebih kurang 110,3 . 106 m3.

Awan Panas Gunung Agung : Di Gunung Agung terdapat dua macam awan panas, yakni awan panas letusan dan awan panas guguran. Awan panas letusan terjadi pada waktu ada letusan besar. Pada waktu itu maka bagian bawah dari tiang letusan yang jenuh dengan bahan gunung api melampaui tepi kawah dan meluncur ke bawah. Bergeraknya melalui bagian yang rendah di tepi kawah, ialah lurah dan selanjutnya mengikuti sungai. Kecepatan dari awan letusan ini menurut pengamatan dari Pos Rendang adalah rata-rata 60 km per jam dan di sebelah selatan mencapai jarak paling jauh 13 km, yakni di Tukad Luah dan di sebelah utara 14 km di Tukad Daya.

Menurut Suryo (1964) selanjutnya, awan panas guguran adalah awan panas yang sering meluncur dari bawah puncak (tepi kawah). walaupun tidak ada letusan dapat terjadi awan panas guguran. Dapat pula terjadi apabila terjadi bagian dari aliran lava yang masih panas gugur, seperti terjadi pada waktu lava meleler di lereng utara.
Daerah yang terserang awan panas letusan pada kegiatan 1963 terbatas pada lereng selatan dan utara saja, karena baik di barat maupun di sebelah timur kawah ada sebuah punggung. Kedua punggung ini memanjang dari barat ke timur. Awan panas letusan yang melampaui tepi kawah bagian timur dipecah oleh punggung menjadi dua jurusan ialah timur laut dan tenggara. Demikian awan panas di sebelah barat dipecah oleh punggung barat ke jurusan baratdaya dan utara. Awan panas letusan yang terjadi selama kegiatan 1963 telah melanda tanah seluas lebih kurang 70km2 dan menyebabkan jatuh 863 korban manusia.
 
Keterangan Foto : Letusan. Gunung Agung 12 Maret 1963 dilihat dari Pertigaan Subagan Karangasem ( K. Kusumadinata, 1963)
 

Saturday, August 6, 2011

A Collection of Health Management Research (....Part 2)

Here are some results of research / thesis which can be viewed in its entirety (not just abstracts) for free. May be useful for my friends.
 
1. Lost Analysis of Patient in Hospital Outpatient Clinic Pertamina Jaya in 2008

2. Role of Coordination Analysis for Management Information System in Pasar Rebo Hospital Ward at 2009

3. Time Analysis Services Outpatient Prescription Pharmacy In RS Tugu Ibu Depok Hospital, 2009

4. Analysis of Completeness of Medical Records Outpatient Psychiatry in Dr. Marsuki Hospital, 2009

Other research results will be presented in the next post (A Collection of Health Management Research (.... Part 3).
if there is a less obvious / suggestions / criticisms, please leave a comment here.
thank you ..






Correlation dan Simple Regression Analysis

Regression analysis obtained by studying the relationship expressed in mathematical equations that express the functional relationship between the variables. Functional relationship between one predictor variable with a single criterion variable is called a simple regression analysis (single). While the functional relationship that is more than one variable is called multiple regression analysis.
Simple regression performed with the indication:

    
* Studying the effect of independent variable "x" on the dependent variable "y"
    
* The variables x and y interval or ordinal scale
    
* The variable "x" (fixed / random) variable and "y" random variable
Linear regression equation of Y on X defined as follows:

      
Y = a + b X

    
*

      
Description:

      
Y = dependent variable

      
X = independent variable

      
a = intercept

      
b = regression coefficient / slope
      
In the above equation, the value of a and b can be determined as follows :..........
 
   Read More here.

Hopefully helpful !!

Monday, August 1, 2011

Researchs About Health Management

This collection of research on the motivation of nurses in several hospitals in Indonesia. Hopefully

Helpful for friends.

 Download Here :
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7

NB : Before downloading, please disable Block POP-UP in Mozilla Fire Fox way : Tools --> Options --> uncheklist Load image automatically dan  Enabled Javascript

hopefully useful!!

Monday, May 30, 2011

Edan!! Hanya Untuk Pecahkan Rekor Dunia 500 Orang Nge-Seks Bersama (Khusus Dewasa) : Ruang Hati Berbagi


500 orang ml bareng
Foto diatas bukan foto para wanita yang mau melakukan senam bersama, melainkan mereka sedang bersiap-siap untuk menantikan kedatangan pasangan pria untuk melakukan hubungan seks (ML) massal.  Sungguh dunia ini benar-benar diambang akhir jaman, perilaku orang yang ada sekarang semakin aneh dan tidak wajar. Walaupun peradaban manusia semakin canggih dengan temuan berbagai teknologi baru namun seringkali perilaku manusia saat ini kembali ke perilaku manusia jaman peradaban baru dimulai alias primitif.
 
Entah apa yang ada dibenak masing masing mereka, hingga mampu melakukan apa yang selayaknya dilakukan hanya oleh suami istri dan dilakukan secara pribadi bukan dilakukan secara masal terbuka di tempat umum. Hanya karena ingin memecahkan rekor dunia 250 pasangan (250 wanita dan 250 pria) melakukan seks massal di sebuah gudang di Jepang.
Para 250 waita itupun akhirnya melepas busananya satu persatu hingga polos alias telanjang
Para 250 wanita itupun akhirnya melepas busananya satu persatu hingga polos alias telanjang.

Kegiatan mereka ini direkam dengan teknologi kamera canggih dan diabadikan menjadi sebuah film porno yang dijual di pasaran juga.  Kegiatan yang lebih dikenal dengan sebutan Orgy tersebut benar benar keterlaluan dalam sejarah peradaban manusia.
Setelah pasangan pria datang akhirnya mereka melakukan hubungan badan dan diabadikan dalam film, sungguh keterlaluan
Setelah pasangan pria datang akhirnya mereka melakukan hubungan badan dan diabadikan dalam film, sungguh keterlaluan

Sebagaimana dikutip ruanghati.com dari sebuah sumber media setempat menyebutkan hasil rekaman kegiatan tersebut yang di bundel dalam sebuah DVD dijual dipasaran dengan harga sekitar $40 atau Rp 380.000 an.
Melihat kenyataan akhir-akhir iniyang semakin memprihatinkan, bagi kita yang masih merasa beriman pada Tuhan, marilah kita lebih banyak mendekatkan diri dan meningkatkan rasa iman kita pada Tuhan Yang Maha Kuasa, agar kita beserta keluarga kita terhindar dari segala perbuatan keji dan mungkar serta senantiasa diberikan petunjuk untuk selalu berada di jalan yang benar jalan yang lurus, jalan yang diridhoi oleh Tuhan Semesta Alam.

source : http://ruanghati.com

Inilah Jurus Seks Terhebat Kamasutra Natural [Foto Tanpa Sensor Khusus Dewasa] : Ruang Hati Berbagi


Teknik dan seni bercinta kuno Kamasutra sepertinya tidak pernah lekang oleh jaman walaupun hingga jaman modern ini, banyak sekali buku teknik-teknik bercinta mengambil referensi dari Kitab Tantra bercinta Kamasutra, berikut ini beberapa jurus penggalan kitab terkenal tersebut kami sajikan bagi para pengunjung yang benar-benar sudah dewasa atau sudah berstatus menikah. Disajikan dengan foto tanpa sensor secara alami (natural)
 
posisi seks bercinta ala kamasutra, khusus dewasa
posisi seks bercinta ala kamasutra, khusus dewasa
posisi seks bercinta ala kamasutra, khusus dewasa
posisi seks bercinta ala kamasutra, khusus dewasa
posisi seks bercinta ala kamasutra, khusus dewasa
posisi seks bercinta ala kamasutra, khusus dewasa
posisi seks bercinta ala kamasutra, khusus dewasa
posisi seks bercinta ala kamasutra, khusus dewasa
Source :  http://ruanghati.com

Thursday, April 28, 2011

Malaria Drug Resistance in Indonesia

  Malaria remains a public health problem in Indonesia. Resistance is a major problem in the treatment of malaria. In Indonesia the drug Chloroquine, sulfadoxine-Piremetamin, and Kina have been found resistant to both in-vitro or in in-vivo. Even Resistant III against Chloroquine has been found in 20 province. Mass treatment ever undertaken also aggravate the resistance to anti-malarial drug used. The factors that cause resistance to anti-malarial drugs are biological factors in the presence of gene mutations in pfmdr1 and pfcrt parasites, operational factors drug use, and transmission factors of malaria parasite itself, which resulted in cases of anti-malarial resistance become widespread. Reduction of resistance needs to be done by providing a more reliable health care, socialization to the community, and others which require the government's role as the competent authority so that the cause of the occurrence of resistance can be overcome .........


Monday, April 18, 2011

189 Tahun Tergantung di Lemari Kampus, Mayat Seorang Pembunuh Akhirnya Dikuburkan

 LONDON - Mayat pembunuh yang dihukum mati pada 1821 itu akhirnya ditemukan tergantung di dalam lemari Universitas Bristol. Jasad tersebut akhirnya bisa dimakamkan dengan layak setelah tergantung selama 189 tahun.

John Horwood, nama pembunuh tersebut, dieksekusi pada 1821 setelah membunuh mantan pacarnya, Eliza Balsom, ketika ia berusia 18 tahun. Dia menimpuk Balsom dengan batu kerikil ketika Balsom sedang melintas di sebuah sungai di Bristol.

Lemparan batu kerikil Horwood sebenarnya tidak menyebabkan luka serius pada kepala Balsom. Tapi, Balsom akhirnya meninggal dunia setelah menderita infeksi ketika dokter bedah mengebor sebuah lubang di kepalanya untuk mengurangi tekanan darah yang terus keluar. Horwood pun akhirnya dinyatakan bersalah atas kematian Balsom dan kemudian dihukum mati.

Dr Richard Smith, yang melakukan operasi pada Eliza Balsom, menolak untuk mengembalikan jasad John Horwood ke keluarganya. Jasad Horwood akhirnya digunakan untuk keperluan pembedahan di Rumah Sakit Kerajaan Bristol (Bristol Royal Informary). Setelah pembedahan di depan 80 orang, Dr Richard Smith menyimpan kerangka Horwood dan menaruhnya di sebuah display sebelum kemudian diberikan ke Universitas Bristol.

Mary Halliwell (67 tahun) akhirnya menemukan John Horwood dan memenangkan hak hukum atas jasad Horwood. Pada Rabu (13/4) ini, Halliwell akhirnya bisa menguburkan John Horwood layaknya orang yang meninggal dunia. Tengkorak John Horwood digantung di luar penjara New Bristol selama sejam sebelum akhirnya dikuburkan.

Berdasarkan silsilah keluarganya, John Horwood adalah saudara laki-laki dari kakek buyut Halliwell.
 
Source : Republika.com

Ayo Stop Merokok untuk Seks yang Luar Biasa

 
 Jakarta - Merokok tidak hanya membahayakan kesehatan tapi juga kehidupan seks Anda dan pasangan. Berikut ini efek buruk merokok yang bisa mempengaruhi performa saat bercinta.

Dilansir goodinbeds, merokok bisa mengganggu aliran darah ke alat kelamin. Dengan terganggunya aliran darah tersebut bisa membuat gairah wanita maupun pria menurun.

Tak hanya itu, seperti dilansir quitsmokking, nikotin yang terkandung dalam rokok juga bisa menyebabkan menurunya kadar hormon testosteron dalam darah pada pria. Padahal hormon tersebut mempengaruhi kemampuan pria untuk ereksi.

Pada pria, rokok juga bisa membahayakan sperma dan merusak kualitas calon bayi, seperti yang diungkapkan sekelompok peneliti asal Kanada. Menurut penelitian tersebut, rokok berpotensi mengubah rangkaian DNA dari sel sperma. Yang mengejutkan, hal ini juga akan menurun pada calon bayi. Jadi, sebelum Anda menjalankan program kehamilan, sebaiknya bantu suami untuk menghentikan kebiasaan merokoknya dari jauh-jauh hari.

Sedangkan pada wanita, merokok dapat membuat mereka sulit mencapai orgasme. Nikotin yang terkandung di dalam rokok merusak ovarium, menyebabkan ketidaknormalan menstruasi dan mengurangi produksi hormon estrogen. Semua hal itu akhirnya membuat wanita lebih cepat menopause. Efek dari menopuase ini salah satunya adalah keringnya Miss V.

Menurut eHow, nikotin yang ada di dalam rokok juga bisa membuat terjadinya agitasi pada wanita. Agitasi ini dapat mencegah organ seks memproduksi cairan pelumas. Kurangnya cairan pelumas pada Miss V dapat menyebabkan rasa sakit saat pasangan melakukan penetrasi.

Merokok juga bisa berefek pada libido wanita. Jika pasangan dari wanita tersebut bukan perokok, si wanita bisa jadi takut menyebabkan gairah pasangannya menurun, terutama jika dia merokok sebelum bercinta.
 
Source : www.wolipop.com

Saturday, April 9, 2011

Di Filipina, Beli Kondom Tanpa Resep Dokter Dendanya 1 Juta

Manila, Kondom terbukti efektif mencegah penularan penyakit kelamin pada hubungan seks yang tidak aman. Namun demi kepentingan lain, sebuah wilayah di Filipina justru membatasi penggunaannya dengan melarang penjualan kondom tanpa resep dokter.

Sebuah kampung elit bernama Ayala Alabang di Metro Manila, Filipina menerapkan aturan kontroversial tentang penjualan kondom. Dengan dalih moralitas dan pencegahan perilaku seks bebas, pemerintah setempat melarang kondom dan alat kontrasepsi lainnya dijual bebas.

Kondom yang di tempat lain bahkan bisa dengan mudah didapat lewat vending machine (sering disebut ATM kondom), di Ayala Alabang kondom hanya bisa ditebus dengan resep dokter. Nama dokter yang meresepkan berikut nama dan alamat pasien yang akan menggunakan, wajib dicantumkan dengan jelas.

Keseriusan aturan pembatasan kondom ini tampak dari sanksi yang cukup berat bagi yang melanggar. Baik pembeli maupun penjual kondom tanpa resep, bisa dikenai denda US$ 115 atau sekitar Rp 1 juta (kurs 8.800/US$) belum termasuk kurungan selama 1-6 bulan.

Seperti yang terjadi juga di negara lain, kampanye antikondom di Filipina banyak diserukan oleh kalangan agamawan konservatif. Dengan dukungan dari Gereja Katolik, pemerintah Ayala Alabang menilai kondom hanya akan memicu seks pranikah dan kelahiran anak-anak yang tidak memiliki bapak.

Namun di sisi lain, Filipina secara umum sebenarnya tengah menghadapi masalah kepadatan penduduk dengan populasi saat ini mencapai 94 juta jiwa. Laju pertumbuhan penduduk di negara ini tercatat paling tinggi di Asia Tenggara, yakni sekitar 2 persen/tahun.

Seorang pengacara yang mewakili kelompok peduli hak-hak reproduksi perempuan, Clara Rita Padilla menentang kebijakan pemerintah Ayala Alabang tersebut. Menurutnya pemerintah daerah seharusnya menjamin akses seluas-luasnya terhadap alat kontrasepsi, bukan malah membatasi.

"Kebijakan ini melanggar hak-hak reproduksi karena terlalu membatasi akses ke informasi kesehatan reproduksi dan metode-metode kontrasepsi yang legal, aman dan efektif," ujar Padilla seperti dikutip dari Philstar, Minggu (27/2/2011).

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites